Pegawai Bali

Yayasan Sjaki-Tari-Us tidak bisa dan tidak mau melakukan semuanya sendiri. Kami mencoba untuk menggunakan tenaga asal Bali. Selain itu kami juga berharap dapat menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat Bali.

Pada saatnya kami berharap bahwa semua pekerjaan yang saat ini dilakukan oleh sukarelawan dari Belanda, dapat diambil alih oleh tenaga kerja asal Bali. Hal ini kami lakukan dengan sedikit demi sedikit mengurangi pekerjaan dan kontak sukarelawan dengan anak-anak.
Saat ini kami memiliki 12 pegawai asal Bali. Mereka mendapatkan penghasilan sesuai dengan perhitungan penghasilan berdasarkan hukum di Indonesia.

Tedi: “Ini adalah tantangan untuk saya. Saya ingin lebih banyak mengetahui informasi mengenai anak-anak dengan cacat mental. Menambah pengetahuan dan juga belajar bekerja dengan orang asing”.  Ibu Iluh: “Saya senang anak-anak. Pada awalnya sangat sulit bekerja dengan anak-anak cacat mental, tapi sedikit demi sedikit saya lebih banyak belajar tentang hal ini. Buat saya ini juga tantangan untuk bekerja dengan orang asing dan memahami budaya mereka. Saya sangat senang dengan apa yang dapat saya pelajari dari sukarelawan.”  Nurul  Komang 

Semua guru diangkat berdasarkan pendidikan dan pengalaman mereka sebagai guru. Dasar pendidikan yang mereka miliki berbeda-beda, mulai dari pendidikan guru Bahasa Inggris sampai pendidikan guru TK.

Pak Komang: Adalah supir di Selat. Dia mengantar dan menjemput anak-anak dan orang tua mereka Dia juga mengantar anak-anak yang pergi ke SLB di Singaraja.   Pak Gede: Adalah supir di Ubud, penterjemah dan juga penghubung ke pemerintahan dan network yayasan di Bali.
“Apa yang datang di jalan saya adalah jalan yang diberikan Tuhan untuk saya. Saya ingin sekali berperan serta dalam menolong anak-anak dengan cacat mental. Ini adalah tujuan istimewa dari Yayasan ini.”
 

Wayan dan Iluh:
Mereka adalah juru masak untuk para sukarelawan, mereka juga membersihkan rumah dan mencuci pakaian para sukarelawan.
 
Iluh 

Agung (satpam)  Gustu(penjaga gedung)  Kadek (penjaga gedung)  Wayan (tukan kebun)