Awal Mula dan Latar Belakang

Thijs van Harte (yang ibunya berasal dari Indonesia) dan istrinya Karin Leithuijser, sudah mulai aktif dalam mendukung proyek-proyek pendidikan di Indonesia sejak pertengahan tahun 90an.
Setelah kelahiran anak terkecil mereka Tari, yang dilahirkan dengan Down Syndrom, mereka mulai banyak mendalami fasilitas apa saja yang ada untuk anak-anak cacat mental di Belanda dan untuk pendidikan anak-anak tersebut. Mereka sangat antusias mengenai hal ini.
Dalam kunjungan-kunjungan mereka ke Bali, yang mereka lakukan bersama dengan teman mereka Ronald van de Heuvel, Marijke Lingsma dan Rien Gruter, mereka mulai berpikir bagaimana kehidupan anak-anak cacat mental di negara-negara berkembang. Itulah sebabnya mereka memulai penelitian dalam hal ini.
Walaupun di Bali terdapat sekolah-sekolah untuk anak-anak cacat mental, namun kontras yang ditemukan sangatlah jelas dalam hal profesionalitas, sarana dan prasaran yang ada dibandingkan situasi di Eropa. Inilah awal dari mimpi bersama untuk memberikan dukungan dan bantuan. Tujuan yayasan menjadi sangat jelas, yaitu:

“Memperbaiki dan memperbesar kemungkinan pendidikan, komunikasi, keahlian dan kemandirian untuk anak-anak cacat mental, dengan menggunakan bermacam-macam material dan metode bermain dan belajar. Mendukung sekolah-sekolah dan guru-guru di sekolah bersangkutan dalam penerapan hal-hal tersebut.”

Yang juga mendukung berdirinya yayasan ini adalah Jacques (nama panggilan Sjaki) van Harte, saudara kembar Thijs, yang meninggal dunia bulan September 2002. Sebelumnya Thijs, Marijke en Jacques sudah mulai berdiskusi mengenai dukungan mereka untuk anak-anak di Indonesia, namun sayangnya akibat kepergian Jacques belum ada banyak hal yang bisa dilakukan. Nama Sjaki-Tari-Us, menjelaskan:

Untuk mengenang Sjaki, mendukung anak-anak cacat mental seperti Tari agar dapat berkembang, mewujudkan hal ini oleh kita bersama, Us.